22 April 2011

ulian demen de emosi

Beberapa minggu lalu saya pulang kampung ke desa kedisan, di desa saya ada gunung dan danau batur. Di daerah pegunungan udaranya sangat dingin, terutama pada pagi hari dan malam hari. Saat berada di kampung saya tak pernah melepaskan jaket dari tubuh saya kecuali pada saat siang hari.

Saya pulang kampung saat ada upacara adat. Saat upacara adat selalu ada tempat judi seperti bola adil, kocok dadu, domino dan ceki. Padahal pak mangku pastika selalu melarang main judi saat mengadakan upacara adat. Tapi tradisi berjudi saat upacara masih terjadi karena ketua pecalang menyuap petugas polisi yang menjaga saat itu.

Saya suka menonton orang berjudi, saya bukan suka pada orang orang yang berjudi, atau saya suka berjudi. Tapi saya suka melihat uang taruhan di tangan bandar. Jadi kepikiran kapan saya punya uang sebanyak itu, atau saya suka berpikir atau menebak nebak sendiri apa yang akan keluar atau menang.

Saya suka melihat permainan kartu domino, karena taruhannya besar besar. Di tengah tengah orang yang bermain domino digelar tikar, di tengah tikar itu ada tulisan bahasa bali “ ulian demen de emosi “ kalau bahasa indonesianya artinya begini “ kalau cinta jangan marah “

Orang orang desa tak pernah kehabisan gaya bahasa. Ada saja gaya bahasa baru yang mereka cipatakan seperti “ cintamu tak semurni bensinku “ yang sangat ironis sekali, menyindir hasil kerja pemerintah kita yang selalu membuat susah orang miskin dan jadi tambah miskin.

“ ulian demen de emosi “ juga ada cerita di balik gaya bahasa itu , ceritanya kurang lebih begini : seorang pemuda desa yang miskin dan tampang pas pasan jatuh cinta pada gadis cantik dan kaya. Pemuda desa itu selalu menggoda gadis cantik itu setiap kali bertemu. Tapi gadis cantik itu selalu marah setiap digoda dan menunjukkan sikap sombong. Pemuda itu tahu gadis cantik itu juga cinta padanya, dia tak pernah berhenti menggoda gadis cantik itu. Kemudian kelanjutannya bisa kita sambung sendiri, mungkin gadis itu menolak cinta pemuda desa itu dan menikah dengan pemuda lain yang jauh lebih tampan dan kaya. Atau gadis cantik itu menerima cinta pemuda desa itu, kemudian mereka menikah dan hidup bahagia. Dan saya selalu berharap ending ceritanya mereka menikah dan hidup bahagia.

Saya jadi teringat waktu SD dulu, saya suka dengan gadis teman sebangku saya. Saya selalu menggodanya, tapi dia menunjukkan sikap tidak berminat. Dia tidak suka dengan saya, tapi tidak menunjukkan sikap marah. Sampai saat ini saya tidak pernah bertemu lagi dengannya sejak lulus SD. Apakah dia masih ingat saya ? apakah dia sedang memikirkan saya seperti saya memikirkannya ? entahlah….

9 comment:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

mestinya difoto tuh orang2 yg lagi judi. hehee...

Nyach MMS mengatakan...

Saya sering nyengir sendiri klo lagi ingat temen cewek SDku yang sering ku goda.

Info Math mengatakan...

Demen itu artinya cinta , sama dengan trisno,
cerita cinta ini klo ada kelanjutan ingin saya melanjutkan membaca, salam Kang

Nufri L Sang Nila mengatakan...

Apakah dia masih ingat saya ? apakah dia sedang memikirkan saya seperti saya memikirkannya ? entahlah…. <<< hahahaaaaaa...pasti penasarannn... :p ...

salam :)

TUKANG CoLoNG mengatakan...

jujur, materi tulisanmu lebih bali dibanding aku, bro..
salut.haha

btw, aku juga punya cerita cinta tapi pas SMA. dan sama, entah dia masih inget aku ato ga. atau jangan2 dia ga sadar aku suka kepadanya..haha
tapi sayangnya sekarang ku udah ama yg lain.hoho

iam mengatakan...

Cieeee...
Masa SDnya waktu itu udah kasmaran :D
Semoga aja nanti kau tau keberadaannya :)

Nyach MMS mengatakan...

Demen juga lho saya mampir lagi

MATA HATI mengatakan...

aduuuh nostagi yang menggemaskan

rezKY p-RA-tama mengatakan...

wah,
emang judi duitnya banyak tapi cepat abisnya mas
gak barokah tuh,
hehe
mending kerja meski dapat gaji kecil tapi nikmat,hehe

Poskan Komentar