Aku melajukan motor bututkudengan pelan di jalan penuh lubang menuju rumah ibuku, tempo hari ibuku memintaku untuk datang menjenguknya, sudah tiga tahun aku tidak menjenguknya. Dan aku meminta cuti kerja selama seminggu pada bosku. Sudah sering kali aku menolak mengunjungi ibuku, setiap aku menjenguknya, dia selalu menceritakan tentang cucu. Dan sering bertanya padaku kapan aku akan menikah dan punya anak, sampai aku bosan mendengar curhat ibuku. Aku lebih menyukai hidup sendiri, dan berjanji pada diri sendiri tidak akan lagi menjenguk ibuku.
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
3 Juli 2010
10 April 2010
bukan mencari sensasi
Dona duduk di depan cermin setelah mengenakan seragam karate,mengambil peralatan make upnya di dalam tas, dan mulai membedaki wajahnya.
“ jagoanku cantik sekali hari ini , sudah siap “ sensei menghampiri Dona yang sudah selesai dandan.
“ jagoanku cantik sekali hari ini , sudah siap “ sensei menghampiri Dona yang sudah selesai dandan.
3 April 2010
bibirku mendatangi bibirnya
Bibirku mendatangi bibir gadis di depanku, menempel bibirnya dengan lembut, memasukkan lidah ke dalam mulutnya, mengadunya, menjinakkannya hingga tak berdaya. Jemariku meremas erat jemarinya, hingga dia melepas ciumannya dari ku.
27 Maret 2010
membaca adalah hidupku
Pekerjaan di kantor membuatku bosan menjalani hari ini, aku mengambil handpone di saku celana , menelepon Lula untuk mengajaknya jalan – jalan, hanya Lula temanku satu – satunya yang bersedia menemaniku kemanapun aku mau. Tapi hari ini dia menolak, merawat ayahnya di rumah sakit katanya. Hari ini aku menjalani hari – hariku yang bosan dirumah.
13 Maret 2010
yang terbaik
Anang mengemasi barang –barang Hendra, memanggil Hendra untuk membicarakan sesuatu, dan mengajaknya ke ruang tamu “ kamu pergi aja ya, tinggal sama tante Titin “ Anang menyerahkan tas berisi pakaian Hendra.
“ tapi kenapa pa, tiba – tiba papa mengusir Hendra. Hendra baru saja dapat pekerjaan pa ‘ Hendra memandang ayahnya heran, kemudian memegang tanganya “ apa papa masih benci sama Hendra ? “
“ tapi kenapa pa, tiba – tiba papa mengusir Hendra. Hendra baru saja dapat pekerjaan pa ‘ Hendra memandang ayahnya heran, kemudian memegang tanganya “ apa papa masih benci sama Hendra ? “
10 Maret 2010
terlantarkan
Barudin mengayunkan kakinya dengan cepat, meninggalkan tempat kost. Dia masih mendengarkan tangisan anaknya di dalam kamar kost. Jembatan di jalan Gatot Subroto sudah menanti Barudin, di bawah jembatan ladang yang dalam siap mengantar Barudin pada kematian. Barudin membuang kunci kamar kost ke bawah jembatan, dia siap melompat dari jembatan menuju kematian.
8 Maret 2010
bintang jatuh
Adon mengangkat tubuhnya dari tempat tidur, membuka pintu kamar dan menuju beranda rumah. Dia menyenderkan badan di kursi, melipat kakinya, menatap langit malam bertaburan bintang selama mungkin.
Mamanya menghampiri Adon yang tak kunjung beranjak dari kursinya untuk tidur “ sudah berjam – jam kamu menatap langit , apa yang kamu pikirkan ? “
Mamanya menghampiri Adon yang tak kunjung beranjak dari kursinya untuk tidur “ sudah berjam – jam kamu menatap langit , apa yang kamu pikirkan ? “
5 Maret 2010
" aku ingin berjalan di atas pelangi "
Pohon beringin memayungi kami dari hujan, Dodi memeluk tubuhnya sendiri, dingin menggigil karena lupa aku bawakan jaket untuknya. Aku memeluknya, bukan karena agar dia hangat saat aku memeluknya, karena aku begitu menyayanginya, aku tidak tega melihat anakku kedinginan. Aku menatap langit, berterimakasih karena memberiku pelajaran, dan aku mengingat pepatah “ sedia payung sebelum hujan “.
Tanpa kusadari aku melihat pelangi didepanku. Aku menghibur anakku dari kedinginan “ Dodi lihat itu, ada pelangi “ aku menunjuk kearah pelangi.
Tanpa kusadari aku melihat pelangi didepanku. Aku menghibur anakku dari kedinginan “ Dodi lihat itu, ada pelangi “ aku menunjuk kearah pelangi.
2 Maret 2010
kupu - kupu malang
Segerombolan lima orang anak berlari mengejar sepasang kupu – kupu, mereka masing – masing membawa jaring dan stoples. Mereka mengejar kupu –kupu sampai ke jalan raya. “ itu kupu –kupunya , ayo kejar “ teriak seorang anak memimpin gerombolanya.
“ cepat Pretty , terbang di depan mama “ Tifa mengepakkan sayapnya menunggu Pretty “ mereka semakin dekat, ayo “
“ cepat Pretty , terbang di depan mama “ Tifa mengepakkan sayapnya menunggu Pretty “ mereka semakin dekat, ayo “
27 Februari 2010
sang jawara
Andi sang juara umum catur berjalan menuju panggung, dia melirik Rini juara dua disampingnya berlinang airmata, dia tidak menyangka cewek cantik jago main catur disampingnya menyerah begitu saja.
“ kenapa kamu melakukannya? “ Andi melirik Rini yang tatapan matanya lurus kesosok dua orang pria berdiri di dekat pintu masuk gor.
“ apa ? “ Rini menatap mata lawan bicaranya, dia tidak mengerti apa yang dimaksud Andi.
“ kenapa kamu melakukannya? “ Andi melirik Rini yang tatapan matanya lurus kesosok dua orang pria berdiri di dekat pintu masuk gor.
“ apa ? “ Rini menatap mata lawan bicaranya, dia tidak mengerti apa yang dimaksud Andi.
19 Februari 2010
parfum favorit
Mama berjalan menuju kamar Ani, dia menenteng tas plastik berisi barang belanjaan. Tanpa mengetuk pintu, mama mendobrak pintu yang terbuka sedikit. Terkejut melihat Ani yang masih tidur jam 12 siang, mama teriak di depan telinga Ani
“BANGUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUNNNNNNNN!!!!!!” mama mengambil guling dari pelukan Ani dan memukul muka Ani dengan guling.
“ ada apa seh ma, ganggu mimpi orang aja! “ Ani kembali meraih gulingnya, memeluknya dan memejamkan mata.
“BANGUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUNNNNNNNN!!!!!!” mama mengambil guling dari pelukan Ani dan memukul muka Ani dengan guling.
“ ada apa seh ma, ganggu mimpi orang aja! “ Ani kembali meraih gulingnya, memeluknya dan memejamkan mata.
13 Februari 2010
aku
“ambil pisau besar itu, tancapkan tepat di jantung ayahmu” suara jahat itu terus terngiang di kepalaku.
Ini kesempatan, aku membelakangi ayahku yang sedang makan di dapur. Pisau ada di genggamanku sekarang. Tinggal membacoknya dari belakang, menguliti bagian tubuhnya
Ini kesempatan, aku membelakangi ayahku yang sedang makan di dapur. Pisau ada di genggamanku sekarang. Tinggal membacoknya dari belakang, menguliti bagian tubuhnya
Langganan:
Postingan (Atom)
