27 Februari 2010

sang jawara

Andi sang juara umum catur berjalan menuju panggung, dia melirik Rini juara dua disampingnya berlinang airmata, dia tidak menyangka cewek cantik jago main catur disampingnya menyerah begitu saja.


“ kenapa kamu melakukannya? “ Andi melirik Rini yang tatapan matanya lurus kesosok dua orang pria berdiri di dekat pintu masuk gor.

“ apa ? “ Rini menatap mata lawan bicaranya, dia tidak mengerti apa yang dimaksud Andi.



“ kenapa kamu menyerah ? kamu hampir saja mengalahkan rajaku yang tak berdaya dengan serangan kuda dan mentrimu “

“ apa ? tidak mungkin aku melakukannya “ Rini menangis tidak mau mengakuinya, dia berlari keluar dari belakang gedung menuju taman.

“ ada apa ? “ Andi memeluk lengan Rini “ apa yang sebenarnya terjadi, ceritakan padaku “

“ aku sayang mereka “ Rini semakin menangis, menutup wajahnya dengan kedua tangan, bersandar di belakang tembok. Dan memeluk kedua kaki, membenamkan wajahnya diantara kedua kakinya.

“ mereka siapa ? “ Andi membungkuk, memegang kepala Rini, dan menatap matanya.

“ini semua karena aku, seharusnya aku tidak berada disini “ Rini mengelap air yang basah di pipinya “ sebelumnya ayahku tidak tahu kalo aku bisa bermain catur, dia jago sekali bermain catur. Tapi aku tidak pernah punya kesempatan bermain dengannya, aku selalu bermain dengan kakekku, dan kakekku yang mengajariku bermain catur “

Andi menggengam jemari Rini , duduk di sampingnya bersedia mendengarkan cerita Rini.

“ aku mendaftarkan diri untuk ikut lomba catur melalui kepala sekolah “ Rini mengangkat kepala, menatap langit biru yang cerah “ surat pemberitahuan lomba aku serahkan pada ayahku sehari sebelum lomba dimulai

“ kemudian ayahku mengajakku bermain catur dan mengajariku tak tik mengalahkan musuh, dia menghabiskan waktu sehari penuh bersamaku. Sehingga dia tidak punya waktu lagi bermain musik dengan kakakku, dan dia juga tidak punya waktu untuk memasak bersama ibuku “ Rini menangis kecil , dia mengingat – ingat lagi kenangan saat mereka tertawa bersama.

Andi mengelap airmata Rini dengan jarinya.

“ kakakku semakin jarang pulang ke rumah, dia menghabiskan waktu bersama teman bandnya. Dan ibuku pergi ke rumah orangtuanya , tidak mau pulang ke rumah. Dia lebih memilih memasak bersama ibunya daripada tinggal bersama kami.

“ aku ingin ibuku pulang, aku ingin kami tertawa lagi seperti dulu. Bahagia karena kami selalu bersama “

“ kamu ingin ayahmu tidak terlalu peduli dengan lombamu, menghabiskan waktu bersama ibumu, kakakmu, dan kamu. Dan kamu menyerah begitu saja padaku “

Rini menganggukkan kepala, kemudian dia tersenyum melihat ayah dan kakaknya berdiri di depanya,ayah meraih tangan Rini “ ayo kita ke rumah nenek, kita jemput ibu di sana “ Rini memeluk ayahnya, menangis tersedu.

22 comment:

nuansa pena mengatakan...

Kisah yang punya makna, yang perlu kita contoh! Tidak egois, demi keluarga sesuatu yang dapat diraih, dikorbankan!

berita untuk negri mengatakan...

sangat menyentuh ceritanya...

Pekanbaru Riau mengatakan...

hidup itu perlu pengorbanan... Suaiii?

NanLimo mengatakan...

Suaiii la tu ... namanya juga hidup.. tul ga sobt?

Lifestyle mengatakan...

lebih mentingkan keluarga dari pada diri sendiri, benar2 tidak egois...
mengorbankan prestasi demi kebahagiaan keluarga hmm...

Bayu Lebond mengatakan...

emang catur tuh olah raga yg gak pake doping tp kuat ngangkat kuda n benteng...

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

uhm...

catur, saya gk ada pengalaman disna... :)

richo mengatakan...

jawara datang hehehh bro ada kado buat kamu diambil y
http://cozyeslife.blogspot.com/2010/02/kado-dari-sahabat.html

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

met wiken...maaf baru sempet

Darin mengatakan...

saya masih bingung nih intinya catur apa keluarga ya? :)

Pejuang Kata mengatakan...

seru bratar ;)
jawara sejati penuh cinta ..

PORTAL SULSELBAR mengatakan...

SINGGAH SEBENTAR DI SINI..

Ari mengatakan...

nais cerpen...
thx salam kenal

kai mengatakan...

endingnya selalu susah ditebak.. :D

Kang Sugeng mengatakan...

hmmmm... menyentuh sekali ceritanya, demi keluarga dia rela melepas apa yg sudah pasti menjadi miliknya

anyin mengatakan...

wah wah,,, ikut kang sugeng

kank_ripay mengatakan...

hahahhaa.. mani lucu pisan postingana...

cipu mengatakan...

yahhhh Rini kok ngalah gitu sih ....

Okkots mengatakan...

kemenangannya Andi gak sempurnya :p

Nyach mengatakan...

Salam kenal

kisah yang memberi contoh agar tidak egois,
mantap

Nyach mengatakan...

Cerita tentang siswa yang setelah lulus gak bisa berbuat apa2 karena saat sekolah setengah hati adakah,

salam persahabatan

pelangi anak mengatakan...

oh sungguh mengharukan. cerita tentang cinta dan keluarga yang saling berdampingan.

Posting Komentar