13 Maret 2010

yang terbaik

Anang mengemasi barang –barang Hendra, memanggil Hendra untuk membicarakan sesuatu, dan mengajaknya ke ruang tamu “ kamu pergi aja ya, tinggal sama tante Titin “ Anang menyerahkan tas berisi pakaian Hendra.

“ tapi kenapa pa, tiba – tiba papa mengusir Hendra. Hendra baru saja dapat pekerjaan pa ‘ Hendra memandang ayahnya heran, kemudian memegang tanganya “ apa papa masih benci sama Hendra ? “




“ bukan , pokoknya malam ini kamu harus pergi dari sini, ini tidak ada hubunganya dengan pertengkaran kita dulu. Jujur , papa sayang kamu, jadi kamu harus tinggal bersama tante Titin. Demi kebaikanmu “ Anang mengangkat barang - barang Hendra, menaruhnya di beranda.

“ tapi kenapa pa ? “ Hendra menangis, memeluk papanya , dan menyesal mengajak papanya bertengkar tempo hari.

“ pokoknya kamu harus pergi “ Anang mendorong Hendra keluar dari rumah, membantu mengangkat barang –barang Hendra.

Anang menagis sendirian di ruang tamu, menangisi kepergian Hendra. Menyesal karena merugikan Hendra, seseorang berpakaian kantor dan sepasang polisi menyapanya.

“ apakah anda bapak Anang Krisyanto ? “ Tanya seseorang dari mereka yang berdasi menghampiri Anang.

“ ya , saya Anang Krisyanto, saya tahu kedatangan kalian kemari, saya memang bersalah, saya mencuri uang dana alat – alat kesehatan desa semerbak wangi. Saya siap untuk dihukum “ Anang menyerahkan kedua tanganya, dan polisi memborgol tangan Anang, masyarakat sekitar menyambut Anang denga tangisan.

28 comment:

03agoenk mengatakan...

Cerpen ya cerita diatas???
bagus juga, pembuat cerpen???
wkwkwkwkwkwk.....
^_^

richo mengatakan...

sebuah sikap yang jantan, berani mengakui dan menanggung buah kesalahannya.... yang ga kalah penting tidak terulang lagi

hendro mengatakan...

sepertinya masih ada kelanjutannya ya sob

nuansa pena mengatakan...

Lebih pilu lagi kalau hendra ada disampngnya!

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

waduh, ternyata bapaknya penjahat.

Blogger Terpanas mengatakan...

apakah ini cerita bersambung?

Dimas mengatakan...

orang tua yg ga mau kejahatannya diketahui oleh anaknya karena rasa sayang yg besar pada anaknya...

minomino mengatakan...

perihal tulisan saya, itu kejujuran yg sifatnya khusus sih,kejujuran saat sedang ujian :) percaya kemampuan sendiri dengan bertindak jujur :)
(it's all about my student,hehe) thx for coming yaa :)

dan saya percaya semua org pernah bohong ko :) termasuk saya

bintang mengatakan...

cerpen sederhana tapi dapat maknanya. seperti kisah nyata yah.
salut buat anang, mau mengakui kesalahannya tanpa berbelit-belit

Bayu Lebond mengatakan...

walah...koq menyerah tanpa perlawanan tho iki...pdhal pak pulisinya kan belum mengutarakan maksud n tujuannya...siapa tau pak pulisi hanya mau tanya alamat doank tuh

U-marr mengatakan...

bapaknya baik, gak mau anaknya ditangkap oleh polisi dan juga bapak itu berani berbuat dan berani bertanggung jawab atas perbuatannya :D

Darin mengatakan...

walah templatenya ganti bong? pangling aku hehe
seperti biasa, kisah pendek yang penuh makna..
lanjut menginspirasi sob!

Dimas mengatakan...

kunjungan rutin aja sambil menunggu postingan terbaru...

catatan kecilku mengatakan...

Kasihan anaknya yang kebingungan dan merasa bersalah karena mengira pertengkaran mereka dulu yang menyebabkannya 'diusir' dari rumah.

the others mengatakan...

Ceritanya bagus.. ditunggu kelanjutannya.

Bambangxp mengatakan...

sepertinya masih ada kelanjutannya ya sob

Penikmat Buku mengatakan...

woh, endingnya tak disangka ^^

03agoenk mengatakan...

kunjungan n sekalan bilang link uda saya add di blogroll list....
trims....

richo mengatakan...

bertanggung jawab dengan apa yang sudah di perbuat..... siang kawan....

Kang Sugeng mengatakan...

hmmmm... ternyata itu to maksud anang mengusir hendra

Dimas mengatakan...

kunjungan rutin aja sambil menunggu postingann terbaru...

merawat dan memperbaiki komputer mengatakan...

akhirnya bui pun berkata...
terimakasih kawan,sudah berbagi..

info dalam kubus mengatakan...

berani ya pak anang....
mengakui kesalahannya sebagai seorang pencuri.seandainya para koruptor seperti pak anang..

terimakasih sahabat telah berbagi artikel ini..

albertus goentoer tjahjadi mengatakan...

pribadi yang sungguh langka sekarang ini... berani mengakui kesalahan.... saluuttt untuk pak Anang...

aktifis sandal jebit mengatakan...

saya kira namanya anang krisdayanti mas...
hahaha,,
matur tengkiyu sudah berbagi wacana menarik penuh pesan moral ini...

Rock mengatakan...

Bereni mengakui kesalahan...

pelangi anak mengatakan...

KUKIRA HENDRALAH YANG BERMASALAH, MAKANYA DIUNGSIKAN. TAK TAHUNYA BAPAKNYA. BAPAK YANG NGGAK MAU NYAKITI ANAKNYA DENGAN PERISTIWA PENANGKAPANNYA OLEH POLISI.

atlet mengatakan...

ohh nice story.....!!!
di tunggu yang lainnya ya..!!!

Posting Komentar